PENDEKATAN REBT DENGAN TEKNIK KOGNITIF
DALAM KONSELING KELOMPOK DI SEKOLAH
PENDAHULUAN
A.
Pengantar
Jumlah konselor di sebagian besar sekolah di
Indonesia tidak sepadan dengan jumlah siswanya. Hal ini merepotkan konselor
dalam membantu permasalahan yang dihadapi siswa.
Konseling kelompok dengan teknik kognitif - REBT merupakan
solusi untuk mengatasi kekurangan konselor dalam penanganan permasalahan siswa
lebih banyak dan lebih terarah dan dapat memberdayakan konseli.
B.
Argumentasi
REBT is also
suitable for group theraphy because the members are taught to apply its
principles to one another in the group setting. Ellis recommends that most
clients experience group theraphy as well as individual theraphy at some point.
This form of group theraphy focuses on specific techniques for changing a
client’s self-defeating thoughts in various concrete situation. In addition to
madifying beliefs, this approach helps group member see how their beliefs
influence what they feel and what they do.(Corey, 2009,
p.286).
C.
Analisa
Permasalahan yang sering ditemui di sekolah
diantaranya adalah masalah pembelajaran yang berhubungan dengan prestasi
belajar. Salah satu penyebabnya adalah adanya pemikiran irasional pada diri
siswa terhadap kemampuannya dan kecenderungan untuk mudah berputus asa ketika
menghadapi masalah dalam meraih prestasi belajar. Rendahnya nilai yang diperoleh secara berulang-ulang
menjadi dasar pemikiran bahwa mereka tidak pintar dan selalu gagal sehingga
mereka tidak
bersemangat dalam proses
pembelajaran.
Permasalahan yang muncul dan dialami individu dalam
pandangan REBT diakibatkan karena sistem keyakinan yang irasional. Diperlukan
usaha yang mampu mengubah keyakinan yang irasional menjadi lebih rasional.
“REBT merupakan pendekatan kognitif-behavioral. Dalam
proses konselingnya, REBT berfokus pada tingkah laku individu, akan tetapi REBT
menekankan bahwa tingkah laku individu yang bermasalah disebabkan oleh
pemikiran yang irasional sehingga fokus penanganan pada pendekatan REBT adalah
pemikiran individu”.(Gantina K, M.Psi. dkk, 2011, p.201).
“Dengan melakukan konseling kelompok, konseli juga
dapat belajar dari sesama konseli dan dari konselor tentang berbagai
keterampilan dalam pemecahan masalahnya yang pernah dilakukan oleh sesama
konseli dan konselor, mendapat masukan dan pandangan berbeda tentang masalah
yang sedang dialami serta dapat belajar dari masalah yang dialami oleh sesama konseli”. (Modul
PLPG, 2012, p.159).
Kedua pendapat di atas menjadi pedoman bagi penulis
dalam menganalisa pendekatan REBT dengan teknik kognitif dalam konseling
kelompok karena teknik ini berupaya merubah dan menghilangkan pola fikir yang
irasional menjadi rasional. Konselor dapat memberdayakan potensi siswa dengan
melibatkan semua anggota dalam kegiatan konseling. Pendekatan ini sangat
efektif dalam upaya membantu siswa mengatasi masalah pembelajaran karena dalam
proses konseling kelompok, anggota
kelompok memiliki kesempatan untuk mengungkapkan permasalahannya,
pemikiran, perasaan dan mendapat dorongan dari sesama anggota kelompok sehingga
para anggota kelompok menemukan lebih banyak hal dalam dirinya dibandingkan sebelum
mengikuti kegiatan ini, bahkan alternatif pemecahan masalah bisa dihadirkan
oleh anggota kelompok.
Selain itu, konseling kelompok dengan pendekatan
REBT juga dapat membantu permasalahan siswa di sekolah yang berkaitan dengan
permasalahan lain seperti yang ditulis dalam
junal penelitian oleh Suhendri,
Sugiharto dan Suwarjo (2012)
dengan judul penelitian “Efektifitas Konseling Kelompok Rational Emotif Untuk Membantu Siswa
Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian” menunjukan
bahwa intensitas kondisi siswa terhadap kecemasan berbeda secara nyata sebelum
dan sesudah diberikan perlakuan yaitu konseling dengan mengunakan pendekatan
konseling kelompok rasional emotif. Hal ini dapat dilihat dari nilai sig <
0,05. Dengan demikian konseling kelompok rasional emotif efektif untuk membantu
mengatasi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian praktik. Berdasarkan hasil
penyebaran skala kecemasan kepada 30 siswa, ditemukan 67 % siswa yang
menyatakan cemas dalam menghadapi ujian praktik. Konseling kelompok rasional
emotif efektif untuk membantu siswa mengatasi kecemasan dalam menghadapi ujian
praktik. Hal ini terbukti dari nilai uji Z sebesar -2.371 dengan nilai
signifikan 0.018. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan < 0.05 artinya
hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa ada perubahan, sebelum dan sesudah
diberikan perlakuan konseling kelompok rasional emotif.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Desi Dwi
Haryanti (2013) dengan judul “Penerapan
Konseling Kelompok Rational Emotive Behavioral Untuk Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Kelas VIII G SMP Yayasan Pendidikan 17 Surabaya” bertujuan
untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok dengan pendekatan REBT sebagai
bentuk perlakuan dengan subyek penelitian tujuh siswa kelas VIII G. Konseling
kelompok diberikan dalam enam tahapan yaitu (1) bekerja sama dengan konseli (2)
melakukan asesmen terhadap masalah, orang dan situasi (3) mempersiapkan konseli
untuk terapi (4) mengimplementasi program penanganan (5) mengevaluasi kemajuan
(6)mempersiapkan konseli untuk mengakhiri konseling. Dari hasil penelitiannya dengan
penerapan konseling kelompok REBT melalui enam tahapan tersebut disimpulkan
bahwa siswa dapat memiliki persepsi kognitif yang lebih rasional, lebih aktif
dalam kegiatan belajar dan merasa lebih senang dalam belajar.
Penelitian (tesis) Adik Hermawan (2014) dengan judul
“Konseling Kelompok REBT Berbasis Islam
Untuk Meningkatkan Self Efficacy Peserta
Didik MTs Nurul Huda Demak”
dengan subyek penelitian 16 peserta didik kelas VIII yang dibagi dalam dua
kelompok. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya memasukkan unsur-unsur
keislaman dalam teknik pelaksanaannya dengan cara meodifikasi unsur-unsur
keislaman seperti Tazkiyyatunnufus (penyucian
diri) untuk membentuk sikap yang sesuai dengan ajaran Islam. Hasil penelitian membuktikan bahwa konseling
REBT berbasis Islam efektif digunakan untuk meningkatkan self efficacy peserta didik.
Jurnal yang berjudul “Penerapan Konseling Kelompok Kognitif-Perilaku Untuk Menurunkan
Perilaku Prokratinasi Siswa” oleh Husni
Abdillah dan Diana Rahmasari. Ada perbedaan yang signifikan pada skor prokratinasi siswa sebelum
dan sesudah diterapkan konseling kelompok kognitif-perilaku”
Peneliti menyimpulkan bahwa konseling kelompok kognitif perilaku
dapat diterapkan untuk membantu siswa menangani prokrastinasi siswa.
Penelitian yang berjudul “Konseling Kelompok dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa” oleh Mastur, Sugiharto dan Sukiman
(2012); Hasil penelitian menunjukkan
bahwa model konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif efektif
meningkatkan kepercayaan diri siswa. Faktanya pada uji hipotesis menunjukkan
bahwa semua indikator kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan yang
signifikan setelah mendapatkan intervensi konseling kelompok dengan teknik
restrukturisasi kognitif. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa semua
indikator kepercayaan diri memperoleh nilai signifikansi atau nilai
probabilitas < 0,05. Dengan demikian hipotesa nol (Ho) yang berbunyi
rata-rata kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah eksperimen adalah
identitik/sama ditolak. Artinya rata-rata kepercayaan diri siswa sebelum dan
sesudah intervensi terdapat perbedaan atau mengalami peningkatan.
D.
Kesimpulan
Konseling kelompok merupakan alternatif yang paling
tepat untuk mengatasi minmnya jumlah konselor di sekolah. Konseling kelompok
dapat membantu siswa yang menghadapi masalah di sekolah lebih banyak dan lebih
terarah.
Banyak pendekatan ataupun teknik
yang digunakan dalam konseling kelompok. REBT adalah pendekatan yang sangat
efektif untuk diterapkan dalam konseling
kelompok karena pendekatan ini berupaya mengubah dan menghilangkan pola fikir
yang irasional menjadi rasional. Efektifitas
dari penerapan pendekatan ini dapat dilihat dari perubahan perilaku dan juga
perasaan individu yang telah mengikuti proses konseling.
Berbagai permasalahan yang dihadapi
siswa, baik permasalahan prestasi belajar, rendahnya motivasi belajar, prokratinasi,
self efficacy dan permasalahan lainnya dapat diatasi melalui pendekatan REBT
dengan teknik kognitif.
Daftar
Pustaka
1. Gerald
Corey, Theory and Practice of Counseling and Psychotheraphy, 8th edition,
Thomson Brooks/Cole, USA 2009.
2. Gantina
K, M.Pd. dkk., Teori dan Teknik Konseling, PT. Indeks, Jakarta 2011
3. Jurusan
BK UNJ, Modul PLPG BK, Univ. Negeri Jakarta, 2012
4. Adik
Hermawan, Tesis Konseling REBT Berbasis Islam untuk Meningkatkan Self Efficacy
Peserta Didik MTs. Nurul Huda Demak, Jurnal, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
2014
5. Desi
Dwi Haryanti, Penerapan Konseling Kelompok REBT untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa kelas VIII SMP Yayasan Pendidikan 17 Surabaya, Jurnal, Univ.
Negeri Surabaya, 2014
6. Suendri,
dkk. Efektifitas Konseling Kelompok Rational Emotif Untuk Membantu Siswa
Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian, Jurnal, Pasca Sarjana Universitas Negeri
Semarang, 2012
7. Husni
Abdillah dan Diana Rahmasari, Penerapan Konseling Kognitif-Perilaku Untuk
Menurunkan Perilaku Prakratinasi Siswa, Jurnal Online, Universitas Negeri
Surabaya, 2015.
8. Mastur,dkk,
Konseling Kelompok Dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan
Kepercayaan Diri Siswa, Jurnal, Universitas Negeri Semarang, 2012
Diposkan oleh : Zakiah.19.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar